Kisah Menyentuh Hati, Wanita yang Telat Menikah Karena Karir

Buletin Islami - Semua wanita ingin menikah, tetapi kapan waktunya, siapa yang tahu? Menikah adalah keputusan yang serius, tidak dapat diputuskan hanya dalam waktu semalam. Karena itu, diperlukan kesiapan yang matang di dalamnya.

Beberapa orang merencanakan bahwa dia akan menikah di usia muda (sekitar 18 - 23 tahun). Sebagian lagi, merencanakan menikah di usia yang matang atau saat kehidupan ekonominya telah mapan. Ada berbagai pertimbangan untuk mengambil kapan waktu pernikahan terbaik.

Kisah Menyentuh Hati, Wanita yang Telat Menikah Karena Karir
Ilustrasi
Berikut, ada kisah dan pengalaman seorang wanita yang memilih untuk menunda menikah dan lebih memilih karir dibandingkan menikah yang dibagikan lewat akun Facebook Cirebon Tanpa Pacaran.
Aku sudah lulus dari kuliah dan sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus. Lamaran kepada diriku untuk menikah juga mulai berdatangan, akan tetapi aku tidak mendapatkan seorangpun yang bisa membuatku tertarik.

Kemudian kesibukan kerja dan karir memalingkan aku dari segala hal yang lain. Hingga aku sampai berumur 34 tahun.

Ketika itulah aku baru menyadari bagaimana susahnya terlambat menikah. Pada suatu hari datang seorang pemuda meminangku. Usianya lebih tua dariku 2 tahun. Dia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tapi aku ikhlas menerima dirinya apa adanya.

Kami mulai menghitung rencana pernikahan. Dia meminta kepadaku photo copy KTP untuk pengurusan surat-surat pernikahan. Aku segera menyerahkan itu kepadanya.

Setelah berlalu dua hari ibunya menghubungiku melalui telepon. Beliau memintaku untuk bertemu secepat mungkin.

Aku segera menemuinya. Tiba-tiba ia mengeluarkan photo copyan KTPku. Dia bertanya kepadaku apakah tanggal lahirku yang ada di KTP itu benar?

Aku menjawab: Benar.
Lalu ia berkata: Jadi umurmu sudah mendekati usia 40 tahun?!
Aku menjawab: Usiaku sekarang tepatnya 34 tahun.
Ibunya berkata lagi: Iya, sama saja.
Usiamu sudah lewat 30 tahun.
Itu artinya kesempatanmu untuk memiliki anak sudah semakin tipis.
Sementara aku ingin sekali menimang cucu.

Dia tidak mau diam sampai ia mengakhiri proses pinangan antara diriku dengan anaknya.

Masa-masa sulit itu berlalu sampai 6 bulan. Akhirnya aku memutuskan untuk pergi melaksanakan ibadah umrah bersama ayahku, supaya aku bisa menyiram kesedihan dan kekecewaanku di Baitullah.

Akupun pergi ke Mekah. Aku duduk menangis, berlutut di depan Ka'bah. Aku memohon kepada Allah supaya diberi jalan terbaik.

Setelah selesai shalat, aku melihat seorang perempuan membaca al Qur'an dengan suara yang sangat merdu.

Aku mendengarnya lagi mengulang-ulang ayat:

"Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar" (An Nisa': 113)

Air mataku menetes dengan derasnya mendengar lantunan ayat itu.

Tiba-tiba perempuan itu merangkulku ke pangkuannya.

Dan ia mulai mengulang-ulang firman Allah:

"Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas" (Adh Dhuha: 5)

Demi Allah, seolah-olah aku baru kali itu mendengar ayat itu seumur hidupku. Pengaruhnya luar biasa, jiwaku menjadi tenang.

Setelah seluruh ritual umrah selesai, aku kembali ke Cairo. Di pesawat aku duduk di sebelah kiri ayahku, sementara disebelah kanan beliau duduk seorang pemuda.

Sesampainya pesawat di bandara, akupun turun. Di ruang tunggu aku bertemu suami salah seorang temanku. Kami bertanya kepadanya, dalam rangka apa ia datang ke bandara?

Dia menjawab bahwa ia lagi menunggu kedatangan temannya yang kembali dengan pesawat yang sama dengan yang aku tumpangi. Hanya beberapa saat, tiba-tiba temannya itu datang. Ternyata ia adalah pemuda yang duduk di kursi sebelah kanan ayahku tadi.

Selanjutnya aku berlalu dengan ayahku..

Baru saja aku sampai di rumah dan ganti pakaian, lagi asik-asik istirahat, temanku yang suaminya tadi aku temui di bandara menelponku. Langsung saja ia mengatakan bahwa teman suaminya yang tadi satu pesawat denganku sangat tertarik kepada diriku. Dia ingin bertemu denganku di rumah temanku tersebut malam itu juga. Alasannya, kebaikan itu perlu disegerakan.

Jantungku berdenyut sangat kencang akibat kejutan yang tidak pernah aku bayangkan ini.

Lalu aku meminta pertimbangan ayahku terhadap tawaran suami temanku itu. Beliau menyemangatiku untuk mendatanginya. Boleh jadi dengan cara itu Allah memberiku jalan keluar.

Akhirnya... aku pun datang berkunjung ke rumah temanku itu. Hanya beberapa hari setelah itu pemuda tadi sudah datang melamarku secara resmi.

Dan hanya satu bulan setengah setelah pertemuan itu kami betul-betul sudah menjadi pasangan suami-istri. Jantungku betul-betul mendenyutkan harapan kebahagiaan.

Kehidupanku berkeluarga dimulai dengan keoptimisan dan kebahagiaan. Aku mendapatkan seorang suami yang betul-betul sesuai dengan harapanku. Dia seorang yang sangat baik, penuh cinta, lembut, dermawan, punya akhlak yang subhanallah, ditambah lagi keluarganya yang sangat baik dan terhormat.

Namun sudah beberapa bulan berlalu belum juga ada tanda-tanda kehamilan pada diriku. Perasaanku mulai diliputi kecemasan. Apalagi usiaku waktu itu sudah memasuki 36 tahun.

Aku minta kepada suamiku untuk membawaku memeriksakan diri kepada dokter ahli kandungan. Aku khawatir kalau-kalau aku tidak bisa hamil.

Kami pergi untuk periksa ke seorang dokter yang sudah terkenal dan berpengalaman. Dia minta kepadaku untuk cek darah.

Ketika kami menerima hasil cek darah, ia berkata bahwa tidak ada perlunya aku melanjutkan pemeriksaan berikutnya, karena hasilnya sudah jelas. Langsung saja ia mengucapkan "Selamat, anda hamil...!"

Hari-hari kehamilanku pun berlalu dengan selamat, sekalipun aku mengalami kesusahan yang lebih dari orang biasanya. Barangkali karena aku hamil di usia yang sudah agak berumur.

Sepanjang kehamilanku, aku tidak punya keinginan mengetahui jenis kelamin anak yang aku kandung. Karena apapun yang dikaruniakan Allah kepadaku semua adalah nikmat dan karunia-Nya.

Setiap kali aku mengadukan bahwa rasanya kandunganku ini terlalu besar, dokter itu menjawab: Itu karena kamu hamil di usia sudah sampai 36 tahun.

Selanjutnya datanglah hari-hari yang ditunggu, hari saatnya melahirkan. Proses persalinan secara caesar berjalan dengan lancar. Setelah aku sadar, dokter masuk ke kamarku dengan senyuman mengambang di wajahnya sambil bertanya tentang jenis kelamin anak yang aku harapkan. Aku menjawab bahwa aku hanya mendambakan karunia Allah. Tidak penting bagiku jenis kelaminnya. Laki-laki atau perempuan akan aku sambut dengan beribu syukur.

Aku dikagetkan dengan pernyataannya:

"Jadi bagaimana pendapatmu kalau kamu memperoleh Hasan, Husen dan Fatimah sekaligus?"

Aku tidak paham apa gerangan yang ia bicarakan. Dengan penuh penasaran aku bertanya apa yang ia maksudkan?

Lalu ia menjawab sambil menenangkan ku supaya jangan kaget dan histeris bahwa Allah telah mengaruniaku 3 orang anak sekaligus. 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan.

Seolah-olah Allah berkeinginan memberiku 3 orang anak sekaligus untuk mengejar ketinggalanku dan ketuaan umurku.

Sebenarnya dokter itu tahu kalau aku mengandung anak kembar 3, tapi ia tidak ingin menyampaikan hal itu kepadaku supaya aku tidak merasa cemas menjalani masa-masa kehamilanku.

Lantas aku menangis sambil mengulang-ulang ayat Allah:
"Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas" (Adh Dhuha: 5)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

"Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami" (Ath Thur: 48)

Bacalah ayat ini penuh tadabbur dan penghayatan, terus berdoalah dengan hati penuh yakin bahwa Allah tidak pernah dan tidak akan pernah menelantarkanmu.
Bila artikel ini ada manfaatnya silahkan di-share. [ES/BuletinIslami]


Ibu Yang Meninggal Karena Melahirkan Akan Ditarik Ke Surga Oleh Anaknya

Buletin Islami - Tanya Jawab Ustadz. Syahidkah Wanita yang Meninggal karena Melahirkan?

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum.

Saya ingin tanya, kalau wanita melahirkan dan meninggal maka dia mati syahid kan ya? Tapi kalau melahirkannya secara caesar gimana? Apa tetap mati syahid?

Dari: Silvia

Wanita Yang Meninggal Karena Melahirkan Akan Di Tarik Ke Surga Oleh Anaknya
Syahidnya Seorang Wanita Yang Meninggal Karena Melahirkan

Jawaban:
Wa'alaikumussalam

Wanita yang meninggal karena anaknya, baik ketika anaknya masih di perutnya, atau ketika proses melahirkan, atau setelah melahirkan di masa nifas, semua kejadian ini menjadikan kematiannya sebagai syahid. Baik melahirkan normal atau dengan operasi caesar.

Berikut beberapa dalilnya,

1. Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menjenguknya ketika Ubadah sedang sakit. Di sela-sela itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya,
"Tahukah kalian, siapa orang yang mati syahid di kalangan umatku?"

Ubadah menjawab: "Ya Rasulullah, merekalah orang yang sabar yang selalu mengharap pahala dari musibahnya"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengarahkan,

Berarti orang yang mati syahid di kalangan umatku cuma sedikit. Orang yang mati berjihad di jalan Allah, syahid, orang yang mati karena Tha'un, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena sakit perut, syahid. Dan wanita yang mati karena nifas, dia akan ditarik oleh anaknya menuju surga dengan tali pusarnya. (HR. Ahmad dalam musnadnya 15998. Syaikh Syuaib Al-Arnauth menilai hadis ini: Shahih li Ghairih).

2. Hadis dari Jabir bin Atik, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menjenguk Abdullah bin Tsabit, ketika itu beliau sedang pingsan karena sakit. Di tengah-tengah itu, ada orang yang menyinggung masalah mati syahid. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya, "Apa yang kalian anggap sebagai mati syahid?"

Merekapun menjawab, "Orang yang mati di jalan Allah" Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan pengarahan,

"Mati syahid ada 7 selain yang terbunuh di jalan Allah: Orang yang mati karena thaun, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena ada luka parah di dalam perutnya, syahid. Orang yang mati sakit perut, syahid. Orang yang mati terbakar, syahid. Orang yang mati karena tertimpa benda keras, syahid. Dan wanita yang mati, sementara ada janin dalam kandungannya" (HR. Abu Daud 3111 dan dishahihkan al-Albani).

Tetap Wajib Dimandikan

Kaum muslimin yang meninggal dengan kondisi di atas, tetap wajib dimandikan, dikafani, dan dishalati, sebagaimana umumnya jenazah. Orang yang mati syahid dan jenazahnya tidak boleh dimandikan, adalah orang yang mati syahid di medan perang.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menshalati jenazah wanita yang mati ketika nifas. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibnu Qudamah mengatakan,
Orang yang mati syahid, selain yang terbunuh di medan perang, seperti orang yang sakit perut, orang yang mati karena thaun, karena tenggelam, tertimpa, atau yang mati karena nifas, mereka semua dimandikan dan dishalati. Saya tidak menjumpai pendapat yang bertentangan dengan hal ini, selain pendapat yang diriwakatkan dari Hasan Al-Bashri kaum muslimin juga menshalati jenazah Amirul mukminin, Umar bin Kahatab dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhuma, padahal keduanya mati syahid (tipi tidak di medan perang) (al-Mughni, 2:399)

Allahu a'lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina www.KonsultasiSyariah.com) - https://konsultasisyariah.com/16603-wanita-yang-mati-karena-melahirkan-syahid.html

[ES/BuletinIslami]

Subhanallah! Inilah Keutamaan Menikahi Janda, Jangan Ragu Lagi Bila Anda Sudah Berniat!

Buletin Islami - Meskipun Rasulullah shalallahu �alaihi wassalam menganjurkan para pemuda yang masih lajang untuk lebih mengutamakan gadis/perawan untuk dinikahi, namun hal ini bukan berarti beliau melarang seorang pria menikahi janda.

Memang harus diakui, gadis perawan tentu memiliki banyak kelebihan dibandingkan seorang janda. Akan tetapi, janda pun punya satu kelebihan dari perawan, yaitu ia lebih berpengalaman! Ya, karena ia sudah pernah berumah tangga. Dengan begitu, diharapkan dia bisa mengurus rumah tangganya dengan lebih baik.

Adakah keutamaan menikahi janda? Ataukah lebih baik dengan gadis perawan saja?

Keutamaan Menikahi Para Janda dalam Islam
Pesona Janda Muslimah

Keutaman Menolong Para Janda


Bagi seorang pria, menikahi janda juga bisa dijadikan pilihan. Apalagi jika ia berniat untuk menyantuni seorang wanita yang tidak lagi bersuami dan anak yatim yang kehilangan kasih sayang seorang ayah. Jika dilakukan dengan ikhlas, semua itu insyaallah akan membuahkan pahala yang besar.

Dari Abu Hurairah, berkata, �Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,

????????? ????? ????????????? ????????????????? ?????????????? ??? ???????? ?????? ??????????? ???????? ?????????? ?????????? ?????????

�Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.�(HR. Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2982)

Termasuk dalam menolong para janda adalah dengan menikahi mereka. Namun janda manakah yang dimaksud?

Disebutkan dalam Al Minhaj Syarh Shahih Muslim (18: 93-94), ada ulama yang mengatakan bahwa �armalah� yang disebut dalam hadits adalah wanita yang tidak memiliki suami, baik ia sudah menikah ataukah belum. Ada ulama pula yang menyatakan bahwa armalah adalah wanita yang diceraikan oleh suaminya.

Ada pendapat lain dari Ibnu Qutaibah bahwa disebut armalah karena kemiskinan, yaitu tidak ada lagi bekal nafkah yang ia miliki karena ketiadaan suami. Armalah bisa disebut untuk seseorang yang bekalnya tidak ada lagi. Demikian nukilan dari Imam Nawawi.
Pendapat terakhir itulah yang penulis cendrungi.

Dari pendapat terakhir tersebut, janda yang punya keutamaan untuk disantuni adalah janda yang ditinggal mati suami atau janda yang diceraikan dan sulit untuk menanggung nafkah untuk keluarga. Adapun janda kaya, tidak termasuk di dalamnya.

Keutamaan Menikahi Janda yang Ditinggal Mati Suami dan Memiliki Anak Yatim


Kita tahu bersama bahwa anak yatim adalah anak yang ditinggal mati ayahnya. Anak seperti inilah yang dikatakan yatim dan punya keutamaan untuk ditolong karena penanggung nafkahnya -yaitu ayahnya- sudah tiada. Jika ada yang menikahi janda karena ingin menolong anaknya, maka ia akan dapat keutamaan besar menyantuni anak yatim.

Dari Sahl ibnu Sa�ad, dari Nabi shallallahu �alaihi wasallam, beliau bersabda,

� ????? ????????? ?????????? ??? ?????????? ??????? � . ????????? ??????????????? ???????????? ? ????????? ??????????? ???????

�Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.�   [Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, namun beliau regangkan antara keduanya]. (HR. Bukhari no. 5304).
Menikahi Janda ataukah Perawan?

Walau memang menikahi perawan ada keutamaannya. Namun menikahi janda tidak boleh dipandang sebelah mata. Bahkan ada pria yang membutuhkan janda dibanding gadis perawan. Semisal seorang pria ingin mencari wanita yang lebih dewasa darinya sehingga bisa mengurus adik-adiknya. Dari Jabir bin �Abdillah, ia pernah berkata,

??????????? ????????? ??? ?????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- ????????? ?????????? -??? ???? ???? ????- ??????? � ??? ??????? ??????????? �. ?????? ??????. ????? � ?????? ???? ??????? �. ?????? ???????. ????? � ???????? ??????? ???????????? �. ?????? ??? ??????? ??????? ????? ??? ????????? ????????? ???? ???????? ??????? ?????????????. ????? � ??????? ?????. ????? ??????????? ???????? ????? ???????? ?????????? ???????????? ?????????? ??????? ???????? ???????? ??????? �

�Aku pernah menikahi seorang wanita di masa Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam. Lalu aku bertemu dengan Nabi shallallahu �alaihi wa sallam, beliau pun bertanya, �Wahai Jabir, apakah engkau sudah menikah?� Ia menjawab, �Iya sudah.� �Yang kau nikahi gadis ataukah janda?�, tanya Rasul shallallahu �alaihi wa sallam. Aku pun menjawab, �Janda.� Rasul shallallahu �alaihi wa sallam mengatakan, �Kenapa engkau tidak menikahi gadis saja, bukankah engkau bisa bersenang-senang dengannya?� Aku pun menjawab, �Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki beberapa saudara perempuan. Aku khawatir jika menikahi perawan malah nanti ia sibuk bermain dengan saudara-saudara perempuanku. Rasul shallallahu �alaihi wa sallam bersabda, �Itu berarti alasanmu. Ingatlah, wanita itu dinikahi karena seseorang memandang agama, harta, dan kecantikannya. Pilihlah yang baik agamanya, engkau pasti menuai keberuntungan.� (HR. Muslim no. 715)
Namun dengan catatan di sini tetap memandang janda yang punya agama yang baik, bukan sembarang janda.

Meski Janda, Tetap Pilih yang Shalihah


Jika ingin menikahi janda, seorang lelaki tetap harus memperhatikan rambu-rambu yang telah diberikan Rasululah shalallahu �alaihi wassalam untuk memilih calon istri.

Rasulullah shalallahu �alaihi wassalam bersabda:

???????? ?????????? ????????????: ?????????? ????????????? ????????????? ?????????????? ????????? ??????? ????????? ???????? ???????

, �Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah agamanya, (kalau tidak) engkau akan celaka.� (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dalam Syarah Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa barangsiapa yang memilih karena pertimbangan agama, maka akan mendapatkan kebaikan dan barakah serta terlindung dari berbagai mafsadat. Ini buah dari mulianya akhlak dan kebaikan wanita pilihannya.

Adapun mengenai gambaran akhlaq wanita shalihah, adalah yang selalu menyenangkan hati suaminya bila dipandang, selalu taat pada suaminya, tidak pernah melanggar perintahnya serta tidak berkhianat dalam mengelola harta suaminya. Wanita seperti inilah sebaik-baik perhiasan dunia, yang layak dimiliki oleh lelaki yang shalih.

Nasihat Untuk Para Janda


Untuk para saudariku yang saat ini sudah menjanda, jangan biarkan hati kalian terus-menerus dalam kesedihan.

Sungguh, meski sudah tidak punya suami, tetapi kalian masih punya Allah l yang Maha Hidup. Tetaplah menjaga kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala, karena Allah ta�ala berfirman,

????? ????????? ??????? ???????? ??????? ????? ???????????? ??????????? ?????????? ????????????? ???? ????????? ???? ?????????? ???????????? ???????????? ??????? ???????? ??????????

�Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, �Rabb kami ialah Allah�, kemudian mereka bersikap istiqamah, maka akan turun malaikat kepada mereka (dengan mengatakan), �Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.�� (Fushshilat:30)

Berusahalah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, dan jagalah akhlak kalian baik di dalam maupun di luar rumah. Sebisa mungkin, kurangilah aktivitas di luar rumah.

Jika terpaksa harus keluar rumah, jangan lupa untuk senantiasa menutup tubuhmu dengan pakaian yang syar�i. Jika mungkin, mintalah salah seorang mahrammu untuk menemanimu.

Ingatlah bahwa keanggunan dan kesendirianmu bisa menjadi fitnah bagi lelaki. Karena itu, berhati-hatilah dan jangan lupa berdoa dalam memulai setiap langkahmu.

Jika kamu merindukan kasih sayang seorang suami sebagaimana dulu pernah engkau miliki, maka berdoalah kepada Allah agar memberikan yang terbaik untukmu. Sungguh Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa hamba-Nya, akan tetapi engkau pun harus bersabar. Yang terpenting, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allahu ta�ala. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.

Semoga bermanfaat.

Ayo para jomblo yang mau menikah, atau para suami yang ingin menambah istri lagi, silakan menimbang para janda sebagai pilihan. Para janda pun selalu menanti pertolongan kalian.

Referensi
1. Rumaysho
2. Adi Abdillah


Jika Menikah Dengan Janda Adalah Anugerah, Maka Menikah Dengan Gadis Ya Alhamdulillah :D

Jika Menikah Dengan Janda Adalah Anugerah, Maka Menikah Dengan Gadis Ya Alhamdulillah

Buletin Islami - Pesan ini ditunjukan kepada para pemuda, para ikhwan yang belum melepas masa lajangnya. Baik yang sudah punya calon maupun yang masih berjuang untuk menemukannya. Atau mungkin, jika salah satu dari anda sedang menghadapi hal ini, maka bergembiralah. Setelah ini diharapkan anda tidak punya keraguan lagi untuk segera meminangnya.

Menikah dengan seorang janda. Dilarang? Tidak. Haram? Tidak. Dosa? Tidak. So what? Jangan dengarkan omongan negatif orang lain karena anda sendiri yang akan menjalani kehidupan anda, dan anda sendiri yang mempunyai hak untuk memilih siapa yang akan menjadi pendamping hidup.

Keutamaan Menikahi Janda
Foto Ilustrasi

Mendapatkan janda merupakan anugerah, dan jika dia gadis Alhamdulillah. Itu merupakan rizki dari Allah Ta'ala, tiada keharusan bahwa menikah pertama kali harus dengan seorang gadis, meski mendapatkan seorang gadis merupakan keutamaan, dan lebih mencocoki sunnah. Namun ketika engkau melihat dengan kebaikan 'ilmu yang ada pada dirimu, bahwa menikahi janda akan mendatangkan maslahat bagi dirimu dan keluargamu, dikarenakan kebaikan 'ilmu yang ada pada dirinya, dikarenakan besarnya keutamaan pada dirinya, maka janganlah engkau ragu untuk memilih janda.

Asal pada diri wanita itu terdapat kebaikan 'ilmu, akhlak yang shalihah, dan pada dirinya terdapat kemampuan untuk meredam syahwatmu, jangan engkau ragu untuk memilihnya! Sungguh menjaga kehormatan dirimu dan kehormatan sang janda calon istrimu merupakan kemuliaan bagi kalian. Jangan malu, abaikan saja omongan miring orang lain.

Bukankah Rasulullaah shallallaahu 'alaihi wa sallam juga menikahi janda sebagai istri pertamanya?

Perjaka mendapatkan janda? Mengapa tidak??

Wallahu ta'ala a'lam.

[HA/Buletin Islami]



Kehidupan di Dunia Ini Hanyalah Kesenangan yang Menipu

BuletinIslami - Jika ditanya, apa tujuan hidup anda? Tentu semuanya menjawab mencari kebahagiaan dan kesenangan hidup. Mulai dari seorang Ibu yang bahagia dengan kesuksesan mendidik anak, sang bapak yang sukses dengan karir dan jabatan, seorang caleg yang bahagia dengan terpilih, bahkan seorang wariapun bahagia dengan sekedar nongkrong-nongkrong �eksis�. Akan tetapi apakah yang dirasakan benar-benar kebahagiaan? Apakah kebahagiaan semu saja? Kalau memang bahagia, apakah Kebahagiaan didunia saja? Tidak diakhirat yang kekal.

Tertipu dengan Dunia

Kita ambil contoh, misalnya bagaimana seorang artis misalnya artis korea, yang terlihat bahagia dan semua puncak kebahagiaan dunia ditangannya. Terkenal, dihormati, kaya, makanan enak, rumah besar dan fasiltas lengkap, wajah yang rupawan dan pasangan hidup yang menarik. Akan tetapi sudah menjadi rahasia umum bahwa artis korea atau artis secara umum hidupnya sebenarnya di bahwa tekanan. Harus selalu tampil menarik untuk mencari pujian dan ridha manusia, kehidupan selalu diekspos, kejar tayang, mengejar pekerjaan dan persaingan tidak sehat dan berat di dunia artis. Jadilah pelarian mereka ke narkoba, kawin-cerai dan berbagai skandal kehidupan. Atau yang lebih parah kebahagiaan semu para waria, yang sudah jelas bagi orang yang di hatinya masih ada sedikit nurani, maka mereka tidak setuju dengan mencari kebahagiaan dengan menjadi waria.

Dan perlu kita ingat bahwa Kebahagiaan dunia semu itu menipu dan sering kali melalaikan dari akhirat. Allah Ta�ala berfirman,

????? ?????? ??????? ????? ????? ?????????????? ?????????? ?????????? ????? ????????????? ????????? ??????????

�Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.�  (QS. Luqmaan: 33)

Allah Ta�ala juga berfirman,

????????? ???????? ?????????? ?????????? ?????? ???????? ????????? ??????????? ?????????? ??????????? ??? ???????????? ?????????????? ???????? ?????? ???????? ??????????? ????????? ????? ??????? ????????? ?????????? ????? ??????? ???????? ????? ??????????? ??????? ??????? ???????????? ???? ??????? ??????????? ????? ?????????? ?????????? ?????? ??????? ??????????

�Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu� (QS. Al Hadid: 20)

Istidraj: Kebahagiaan yang lebih semu lagi


Ternyata ada yang harus kita waspadai lagi. Yaitu ia merasa bahagia di dunia padahal itu adalah hukuman baginya dari Allah Ta�ala, karena ia bahagia tidak diatas landasan Agama Islam yang benar. Allah biarkan ia bahagia sementara di dunia, Allah biarkan ia merasa akan selamat dari ancaman Allah di akhirat kelak, Allah tidak peduli kepadanya. Itulah istidraj sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam, beliau bersabda,

????? ???????? ????? ???????? ??????? ????????? ???? ?????????? ??? ??????? ?????? ??????? ????? ??????????? ?????????? ?????? ????? ????????????

�Bila engkau melihat Allah Ta�ala memberi hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan) dari Allah.�1

Mengenai ayat,

????????????? ?????? ?????? ????? ???????? ?????? ?????? ?????? ????????? ?????????????

�Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.� (QS. Al-A�raf: 99)

Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz Al-Qar�awi menjelaskan, �Makar Allah adalah istidraj bagi pelaku maksiat dengan memberikan kenikmatan/kebahagiaan� mereka tidak memuliakan Allah sesuai dengan hak-Nya. Mereka tidak merasa khawatir [tenang-tenang saja] dengan istidraj [jebakan] kenikmatan-kenikmatan bagi mereka, padahal mereka terus-menerus berada dalam kemaksiatan sehingga turunlah bagi mereka murka Allah dan menimpa mereka azab dari Allah�2

Kita ambil contoh komentar seorang ibu,

�saya sudah bahagia sekarang, anak-anak saya semuanya sudah jadi, sudah berhasil semua, saya bangga, anak pertama wakil direktur di bank, anak kedua saya jadi koordinatur umum di urusan pajak bea cukai, anak ketiga saya menjadi hakim agung di kabupaten�

Bisa jadi ini adalah istidraj, jika kebahagiaanya hanya bersandar sesuai dengan komentar diatas tanpa landasan agama, walaupun jika kita tanya kepada kebanyakan manusia, maka mereka kebanyakan sepakat bahwa ibu ini memang bahagia sekarang. Akan tetapi, Jika mengikuti kebanyakan hawa nafsu manusia di muka bumi, maka kita akan kita akan tersesat. Allah Ta�ala berfirman,

????? ?????? ???????? ??? ??? ???????? ?????????? ??? ??????? ??????

�Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah.� (QS. Al-An�am: 116).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa�di menafsirkan, �Allah berfirman kepada nabi-Nya Muhammad shallallahu �alaihi wa sallam dengan memberi peringatan dari menaati/mengikuti mayoritas manusia, karena kebanyakan mereka telah berpaling dari agama, amal dan ilmu mereka. agama mereka rusak, amal mereka mengikuti hawa nafsu dan ilmu mereka tidak diterapkan dan tidak bisa mencapai jalan yang benar�3


Sering-sering muhasabah antara nikmat dan istidraj


Dan sudah sepatutnya kita berilmu, yaitu bagaimana membedakan antara nikmat dan istidraj dengan sering-sering bermuhasabah. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, �Adapun (kemampuan) membedakan antara nikmat dan fitnah, yaitu untuk membedakan antara kenikmatan yang Allah anugerahkan kepadanya -berupa kebaikan-Nya dan kasih-sayang-Nya, yang dengannya ia bisa meraih kebahagiaan abadi- dengan kenikmatan yang merupakan istidraj dari Allah. Betapa banyak orang yang terfitnah dengan diberi kenikmatan (dibiarkan tenggelam dalam kenikmatan, sehingga semakin jauh tersesat dari jalan Allah, Pen), sedangkan ia tidak menyadari hal itu. Mereka terfitnah dengan pujian orang-orang bodoh, tertipu dengan kebutuhannya yang selalu terpenuhi dan aibnya yang selalu ditutup oleh Allah�4

Standar bahagia di dunia seperti orang kafir?


Jika ada komentar, �saya hidup bahagia sekarang, punya istri yang cantik, anak yang lucu dan pintar, punya rumah yang cukup besar karir saya di kantor terus naik dan bisnis lancar terus�. Maka, orang kafir juga bahagianya dengan komentar di atas, oleh karena itu tidak sepantasnya seorang muslim bahagia HANYA dengan patokan kebahagiaan seperti komentar di atas. Mengenai ayat,

??? ???????????? ????????? ????????? ???????? ??? ?????????? ??????? ??????? ????? ??????????? ????????? ? ???????? ??????????

�Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.� QS. Ali Imran: 196-197)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan, �Janganlah kalian melihat berbagai kenikmatan, kebahagian dan kemudahan orang-orang kafir. Tidak berapa lama lagi, semuanya akan lenyap dari tangan mereka. Nantinya, mereka akan terjerat oleh amalan-amalan buruk mereka. Kami memberikan kemudahan mereka di sana, sebagai istidraj semata. Semua yang mereka miliki hanyalah (kesenangan sementara). Kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya�.5

Dan jika kita seperti orang kafir hanya ingin bahagia di dunia saja, maka terkadang Allah Ta�ala memberikannya sekedar kehendak Allah, Allah Ta�ala berfirman,

???? ????? ??????? ???????????? ?????????? ???? ?????? ??? ?????? ????? ???????? ????? ????????? ???? ????????? ????????? ?????????? ???????????

�Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu sesuai dengan apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.� (QS. Al-Isra�: 17)

Apa itu kebahagiaan yang sesungguhnya?


Kebahagiaan adalah bahagia jika melaksanakan perintah Allah dan merasa sedih jika melakukan kemaksiatan. Allah Ta�ala berfirman,

???? ?????? ???????? ???? ?????? ???? ??????? ?????? ???????? ????????????????? ??????? ?????????

�Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.� (QS. An Nahl: 97)

Jadi jika kita berat melaksanakan shalat, puasa, atau bahkan berat melaksanakan amalan-amalan sunnah, maka itu adalah tanda tidak bahagia. Kemudian jika kita melakukan maksiat tetapi kita tenang-tenang saja, atau yang lebih parah tidak tahu bahwa hal yang kita lakukakan adalah maksiat dan dilarang oleh agama. Bandingkan dengan perkataan Ibnu Mas�ud radhiallahu �anhu,

????? ??????????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ?????? ??????? ???? ?????? ????????? ??????? ?????????? ????? ?????????? ????????? ????? ????? ???????? ??????? ???? ???????

�Seorang mukmin memandang dosa-dosanya seakan-akan ia duduk di bawah sebuah gunung yang ditakutkan akan jatuh menimpanya. Sementara seorang fajir/pendosa memandang dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat di atas hidungnya, ia cukup mengibaskan tangan untuk mengusir lalat tersebut.�6

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab menjelaskan mengenai ciri kebahagiaan: �jika diberi [kenikmatan] maka ia bersyukur, jika diuji [dengan ditimpa musibah] ia bersabar dan jika melakukan dosa ia beristigfar [bertaubat]. Tiga hal ini adalah tanda kebahagiaan.�7

Dan mengenai bahagia yang sesungguhnya jelas letaknya adalah di hati. Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam bersabda,

?????? ???????? ???? ???????? ????????? ? ????????? ???????? ????? ?????????

�Yang namanya kaya (ghina�) bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina� adalah hati yang selalu merasa cukup.�8

Oleh karena itu carilah kebahagiaan hakiki tersebut, sebagaimana kita mencari kesembuhan jika badan kita sakit, jika badan kita sakit maka kita akan menempuh berbagai penjuru dunia untuk mencari kesembuan. Jawabannya adalah ilmu, doa dan bersungguh-sungguh. Allah Ta�ala berfirman,

??????????? ????????? ?????? ????????????????? ?????????

�Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami� (QS. Al-Ankabut: 69)


Contoh kebahagiaan dunia-akhirat


Inilah contoh kebahagiaan para ulama salaf, mereka berkata,

???? ???????? ?????????? ??????????? ?????????? ??? ?????? ?????? ????????????? ????????

�Seandainya para raja dan pangeran itu mengetahui kenikmatan yang ada di hati kami ini, tentu mereka akan menyiksa kami dengan pedang.�9

Contoh ulama yang mencerminkan kebahagiaan dunia-akhirat adalah syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Muridnya yaitu Ibnul Qayyim menceritakan kebahagiaan gurunya, �Allah Ta�ala pasti tahu bahwa aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih bahagia hidupnya daripada beliau, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Padahal kondisi kehidupan beliau sangat susah, jauh dari kemewahan dan kesenangan duniawi, bahkan sangat memprihatinkan. Ditambah lagi dengan siksaan dan penderitaan yang beliau alami di jalan Allah Ta�ala, yaitu berupa siksaan dalam penjara, ancaman dan penindasan dari musuh-musuh beliau. Namun bersamaan dengan itu semua, aku dapati bahwa beliau adalah termasuk orang yang paling bahagia hidupnya, paling lapang dadanya, paling tegar hatinya dan paling tenang jiwanya. Terpancar pada wajah beliau sinar kenikmatan hidup yang beliau rasakan. Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan gundah gulana atau muncul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk atau ketika kami merasakan kesempitan hidup, kami segera mendatangi beliau untuk meminta nasehat, maka dengan hanya memandang wajah beliau dan mendengarkan nasehat beliau, serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang�.10

Bahkan ketika beliau di penjara beliau Ibnu Taimiyah berkata, �Seandainya benteng ini dipenuhi dengan emas, tidak ada yang bisa menandingi kenikmatanku berada di sini.�11

Beliau juga berkata, �Orang yang dipenjara adalah orang yang hatinya dibelenggu dari Rabb-nya Ta�ala�

Beliau juga berkata, �Apa yang dilakukan oleh musuh-musuhku terhadapku? Sesungguhnya surgaku dan tamannya ada di hatiku, jika, ke mana aku pergi ia selalu bersamaku, jika mereka memenjarakanku maka penjara adalah khalwat bagiku, jika mereka membunuhku maka kematianku adalah syahid, jika mereka mengusirku maka kepergianku adalah rekreasi.�12



Catatan Kaki

1 HR. Ahmad, lihat Shahihul Jami� no. 561
2 Al-Jadid fii Syarhi Kitabit tauhid hal. 306, Maktabah As-Sawadi, cet.II, 1417 H
3 Taisir Karimir Rahmah hal. 248, Dar Ibnu Hazm, Beirut, cet. I, 1424 H
4 Madarijus salikin 1/189, Darul Kutub Al-�Arabi, beirut, cet. III, 1416 H, Syamilah
5 Tafsir Ibnu Katsir 2/192, Dar Thayyibah, cet. II, 1420H, Syamilah
6 HR. Bukhari no. 6308
7 Matan Qowa�idul Arba�
8 HR. Bukhari dan Muslim
9 Rawai�ut Tafsir Ibnu Rajab 2/134, Darul �Ashimah, cet.I, 1422 H, Syamilah
10 Al-wabilush shayyib hal 48, Darul Hadits, Koiro, cet. III, Syamilah
11 Idem
12 Idem



Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel www.muslim.or.id


Wahai Muslimah, Katakan ini Kepada Ayahmu Agar Ia Memilihkan Jodoh Terbaik Untukmu

Buletin Islami - Untukmu wahai muslimah, ketahuilah menikah bukanlah perkara main-main, maka dari itu pilihlah calon imam-mu yang baik agamanya, yang bagus akhlaknya, yang dengannya Allah ridha dan engkaupun ridha kepadanya.

Ayahmu adalah walimu yang akan merestui pernikahanmu. Ayah yang baik tentunya tidak akan sembarangan mengizinkan laki-laki mempersunting putrinya. Katakan ini kepada ayahmu, supaya ia dapat memilihkan pasangan hidup yang terbaik untukmu...

Ayah carikan aku calon suami yang baik dan sholeh
Image courtesy of @Cahayaningrum3

Ayah... jangan nikahkan aku dengan pemuda yang gemar bermaksiat.

Ayah... tolaklah pinangan kepadaku dari pemuda yang tidak menjaga sholatnya.

Ayah... jangan restui kedatangan pemuda di rumah ini yang mengajakku keluar sebelum dia halal bagiku.

Ayah... jangan segan menolak jika engkau tidak meridhoi agamanya.

Tapi Ayah..

Pertimbangkan lamaran seorang pemuda jika dia engkau ridhoi agamanya.

Pertimbangkan keinginannya mengajukan ta'aruf kepadaku jika baca'an Al Qur'annya mampu membuat ayah menitikkan air mata.

Pertimbangkan niat sucinya menikahiku meskipun dia miskin, tapi agama dan akhlaknya telah membuat ayah bangga.

Ayah..engkau waliku dalam memilihkan calon imamku, tidaklah ringan tanggung jawab itu ayah, karena kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah diakhirat.

Maka pilihkan seorang pemuda yang terbaik untukku ayah,yang engkau,ibu serta Allah ridhoi.

Seorang pemuda yang akan menjadi panutan,pelindung dan cahaya bagiku,bagi keluarga dan terutama bagi agamaku.

[VA/BuletinIslami]

MasyaAllah... Pemuda Tuna Netra Asal Bandung Ini Ternyata Hafidz Qur'an

Semangat dalam menuntuk ilmu agama memang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap muslim. Adapun, kenyataan di lapangan tak sedikit yang malas dan enggan untuk melakukannya karena berbagai alasan yang tidak syar'i. Namun tidak demikian halnya dengan pemuda penghafal Al-Qur'an yang satu ini. Namanya Zuhud Al-Ghifari, dengan keterbatasan penglihatan yang dimiliki tidak menghalangi pemuda asal kota Bandung ini untuk memiliki semangat belajar dan menghafal Al-Qur�an dengan tartil dan fasih.
Zuhud Al-Ghifari, Tuna Netra Penghafal Al-Qur'an
Zuhud Al-Ghifari, Tuna Netra Penghafal Al-Qur'an

Atas izin Allah ?, Zuhud Al-Ghifari yang penyandang disabilitas yang kedua matanya tidak dapat melihat (tuna netra) sudah berhasil menghafal Al-Qur�an sebanyak 6 juz.

Selain menghafal Al-Qur�an, Zuhud juga aktif dalam berdakwah, semangat yang dimiliki Zuhud dalam mengahafal Al-Qur�an dan berdakwah lebih besar dari kondisi fisik yang dimilikinya.

�Alhamdulillah, sudah menghafal 6 juz, selama ini saya mengaji dan menghafal dengan menggunakan Al Quran Braille� ujar Zuhud sebagaimana dilansir dari yusufmansur.com, sabtu(29/5/2015).

Zuhud merupakan salah satu kandidat seleksi Program Pembibitan Penghafal Al-Quran (PPPA) Daarul Qur�an yang dipimpin oleh Ustadz Yusuf Mansur.

Yaa Allah ?, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang mampu menghafal dan mengamalkan Al-Qur'an. Aamiin...

Dimanakah Kasih Sayang Itu Berada?

BuletinIslami - Alkisah, pada suatu ketika terjadilah percakapan di dalam tubuh manusia. Maka, saling bertanyalah organ-organ di dalamnya. Sang Ginjal bertanya kepada Lambung: "Wahai lambung dimanakah kasih sayang berada?" Ternyata Lambung menjawab tidak tahu.. Lambung pun bertanya kepada Paru-paru: "Kasih sayang ada di mana?" Paru-paru menjawab aku tak tahu... Lantas, paru-paru pun bertanya kepada Hati (pen- organ Jantung manusia): "Kasih sayang berada dimana?"

Kasih Sayang ada didalam Hati
Image courtesy of Flickr

Kemudian, Hati (Jantung) menjawab dengan merendah:
"Kasih sayang ada disini..!!"

Syahdan... Ginjal, Lambung dan Paru-paru terheran-heran.

"Kenapa kasih sayang ada di Hati??"

Hatipun dengan penuh keyakinan menjawab "Hati dipilih oleh Allah untuk memiliki rasa kasih sayang. Karena kasih sayang hati rela menangis, Karena kasih sayang hati rela dilukai. Dan karena kasih sayang juga hati rela berkorban..."

Diriwayatkan dari Nu�man Ibn Basyir radiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
�Sesungguhnya di dalam diri manusia ada segumpal darah (hati), apabila hati itu baik maka baik pula seluruh diri dan amal perbutan manusia dan apabila hati itu rusak maka rusaklah seluruh diri (amal perbuatan manusia tersebut) Ingatlah, ia adalah hati� (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim)

Hati adalah ibarat cermin, setitik embun pun bisa membuatnya kusam, apalagi debu, kotoran dan air bernoda hitam. Hati yang kotor tidak mampu menangkap cahaya kebenaran. Sedangkan hati yang jernih, tak hanya berfungsi untuk mengenali diri sendiri, namun juga membimbing pada ruh-ruh kebaikan.

Hati adalah sumber kedamaian...
Hati adalah nikmat Ilahi yang harus dirawat tak ubahnya bayi dalam buaian...
Hati adalah karunia yang harus kita pupuk menjadi sejumput bibit kemenangan...
Hati adalah anugerah penciptaan...

Gunjingan, hasad, dengki, dendam, kebencian dan permusuhan,
seluruhnya adalah menjadikan kotoran di dalam hati...

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya� (QS Asy-Syams: 9-10)

Dengan hati yang bersih, niscaya Hidayah akan semakin bertambah...
Dan Allah mencintai mereka yang bertakwa dan berhati bersih yaitu hati yang selamat qalbun salim.

Wallahu a'laam....

Ya Allahu Ya Rabbul'arsyil'azdim..
Karuniakanlah kepada kami hati yang bersih suci lahir dan batin dan berikan kepada kami pasangan yang terbaik yang akan senantiasa menjadi penyejuk mata dan hati kami di dunia dan syurga-Mu nanti..

Aamiin ya Rabbal'alamiin..

Semoga bermanfaat ??

[ES/BuletinIslami]

Ribuan Anak Telah Mengabaikan Hal Ini: Harta Seorang Anak Adalah Milik Kedua Orang Tuanya!

Buletin Islami - Ada banyak hal yang mesti diperhatikan oleh seorang anak selepas menikah atau setelah berumah-tangga sendiri. Baik ia sebagai anak perempuan maupun anak laki-laki. Terlebih lagi bagi anak laki-laki, ada penekanan dalam hal ini.

Sebab, hingga kapan pun seorang anak laki-laki tetaplah menjadi milik ibunya (orangtuanya), dan

Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya.[1].

Harta Seorang Anak Adalah Milik Kedua Orang Tuanya
Hendaklah engkau tetap berbakti kepada Ibumu.

Harta Seorang Anak Adalah Milik Kedua Orang Tuanya

Alkisah, Seorang ibu ingin meminjam uang kepada anaknya yang telah mapan. Dengan suara rendah disertai rasa malu ibu berkata : "Nak, bolehkah ibu meminjam uang 100 ribu? Ibu ada perlu buat beli beras." Anaknya tidak langsung menjawab, dengan raut muka datar ia berkata: "Iya Bu, nanti Aku tanya istriku dulu", seakan berat untuk mengiyakan, karena belum tentu isterinya mengiyakan...

Ketika Sang Anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga Rp 50.000, kemudian dia merenung. Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 th = 36 juta....!!!! Dia berfikir, waktu balita dia hanya diberikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga, super steril, diberikan dengan penuh kasih sayang... Jika didapat oleh seorang anak selama 2 tahun berapa yang harus ia bayar??

Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya yang teduh walau telah dimakan usia. Dalam hati ia berkata, "Dirimu telah memberikan semua kasih sayang, harta dan semuanya kepadaku tanpa pamrih, dan semua itu kuterima dgn GRATIS... Maafkan anakmu ini yang tidak tahu balas budi..."

Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang Rp 3 juta, sambil menangis ia berkata: "Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa, hartaku adalah juga milikmu, do'akan anakmu ini agar selalu berbakti padamu".

Sambil berkaca-kaca ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata: "Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdo'a agar kita semua selalu dikumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam kebahagian..."

~~~~ PELAJARAN BERHARGA ~~~

Jika orang tua mengambil harta anak maka tidak boleh bagi anak untuk menuntut orang tuanya agar mengembalikannya. Jika ternyata orang tua mengembalikannya maka alhamdulillah. Namun jika tidak mengembalikan harta tersebut, maka itulah hak orang tua.


?? ????? ?? ????? ??? ???? ???? ? ??? ??? ??? � ??? ????? ?? ???? ?? ???? ???? ????? ?? ??????? �

Dari Aisyah dari Nabi shalallahu �alaihi wa sallam, beliau bersabda, �Anak seseorang itu termasuk jerih payah orang tersebut bahkan termasuk jerih payahnya yang paling bernilai, maka makanlah sebagian harta anak.� (HR. Abu Daud, no.3529 dan dinilai sahih oleh Al-Albani)

?? ?? ???? ?? ??? ????? ?? ???? ????? ?? ????

Nabi shalallahu �alaihi wa sallam bersabda, �Seenak-enak makanan yang dimakan oleh seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri dan anak seseorang adalah termasuk jerih payahnya.� (HR. Abu Daud, no. 3528 dan dinilai sahih oleh Al-Albani)

?? ???? ?? ??? ???? ?? ???? ??? ?? ???? ???? ?? ?? ???? ?????. ??? ??? ???? ?? ????? ????. ????: ( ??? ????? ????? )

Dari Jabir bin Abdillah, ada seorang berkata kepada Rasulullah, �Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan anak namun ayahku ingin mengambil habis hartaku.� Rasulullah bersabda, �Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.� (HR. Ibnu Majah, no. 2291, dinilai sahih oleh Al-Albani)

Hadis ini menunjukkan bahwa sang anak dalam hal ini sudah berkeluarga bahkan sudah memiliki anak meski demikian Nabi tetap mengatakan �Semua hartamu adalah milik ayahmu.�

?? ???? ?? ???? ?? ???? ?? ??? ??? ??? ??? ??? ????? ??? ???? ???? ? ??? ???? ?? ??? ????? ????. ????:( ??? ????? ????? ) ???? ???? ???? ??? ???? ???? ? ??? ( ?? ??????? ?? ???? ????? . ????? ?? ??????? )

Dari �Amr bin Syu�aib dari ayahnya dari kakek ayahnya yaitu Abdullah bin �Amr bin al �Ash, ada seorang yang menemui Nabi lalu mengatakan, �Sesungguhnya ayahku itu mengambil semua hartaku.� Nabi shalallahu �alaihi wa sallam bersabda, �Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.� Rasulullah shalallahu �alaihi wa sallam bersabda, �Sesungguhnya anak-anak kalian adalah termasuk jerih payah kalian yang paling berharga. Makanlah sebagian harta mereka.� (HR. Ibnu Majah, no. 2292, dinilai sahih oleh Al-Albani).

Perlu diketahui bahwa kebolehan orang tua untuk mengambil harta milik anak baik dalam jumlah sedikit ataupun banyak itu memiliki beberapa syarat, yaitu:

Tidak memberikan mudharat bagi sang anak dan tidak mengambil harta yang berkaitan dengan kebutuhan sang anak.

Tidak mengambil harta anaknya kemudian diberikan kepada anaknya yang lain.
Orang tua tidak menghambur-hamburkan harta tersebut dan tidak berbuat mubadzir (mubadzir adalah membelanjakan harta dalam hal yang tidak jelas manfaatnya dari sisi dunia atau pun dari sisi agama).
Orang tua membutuhkan atau berhajat dengan harta anaknya yang dia ambil.

?? ?????-??? ???? ????- ???? :??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? :
??? ??????? ??? ???? ??? �??? ??? ???? ????? ???? ??? ???? ??????�??? ???????? ??? ??? ?????? ?????

Dari Aisyah, Rasulullah shalallahu �alaihi wa sallam bersabda, �Sesungguhnya anak-anak kalian adalah pemberian Allah kepada kalian sebagaimana firman Allah yang artinya, �Dia memberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki anak perempuan dan Dia memberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki anak laki-laki.� (QS. Asy-Syura: 49). Oleh karena itu, maka mereka dan harta mereka adalah hak kalian jika kalian membutuhkannya.� (Shahih, Silsilah Shahihah, no.2564).

Ketika menjelaskan hadis di atas Al-Albani mengatakan, �Hadis di atas memuat hukum fikih yang penting yang boleh jadi tidak Anda jumpai dalam hadis yang lain. Hadis ini adalah penjelasan untuk hadis yang terkenal, �Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu� �sebuah hadis yang terdapat dalam Irwaul Ghalil, no.838- tidaklah berlaku mutlak sehingga orang tua boleh mengambil harta anaknya semaunya. Ini tidak benar. Orang tua hanya boleh mengambil harta anaknya yang memang dia butuhkan.�

Perlu juga diketahui bahwa bahwa orang tua diperkenankan untuk meralat alias tidak jadi memberikan apa yang dia janjikan untuk dia berikan kepada anaknya sebagaimana dalam hadis berikut ini,

???? ??????? ???? ???????? ????? ?????????? ??????? ???? ????? ?????? ??????? ???????? ??????????? ?????????? ????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ??? ??????? ???????? ??????? ????????? ????? ???????? ?????? ?????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ???????? ??????? ??????? ????????? ????? ???????? ?????? ???????? ????????? ?????? ?????? ????? ?????? ????? ????? ????? ??? ????????

Dari �Amr bin Syu�aib dari Thawus dari Ibnu Abbas, Nabi shalallahu �alaihi wa sallam bersabda, �Tidaklah halal bagi seseorang yang memberikan pemberian kepada orang lain untuk menarik kembali pemberiannya kecuali pemberian orang tua kepada anaknya. Permisalan orang yang memberi pemberian kemudian menarik kembali pemberiannya adalah bagaikan seekor anjing yang makan sampai kenyang lalu muntah kemudian menjilat kembali muntahannya.� (HR. Nasai, no. 3690 dan dinilai sahih oleh Al-Albani)

Hadis di atas menunjukkan bahwa �Pemberian yang haram untuk ditarik kembali adalah pemberian kepada selain anak.� (Bahjah an Nazhirin, karya Salim al Hilali jilid:3 Hal.123, terbitan Dar Ibnul Jauzi cet kedelapan 1425 H).

Jika pemberian yang sudah diserahkan orang tua kepada anaknya boleh diralat alias ditarik kembali, maka terlebih lagi jika pemberian tersebut baru sekedar janji. Tentu lebih boleh lagi untuk diralat.
_________

Jangan biarkan bacaan bermakna ini mengendap di teleponmu, jadikan ladang pahala dengan ikut menebarkannya ke orang lain... Bagi PARA ISTRI ingatlah bahwa rizki dari suamimu adalah juga hak mertuamu. Dan juga perlakukanlah ibu & bapak mertua seperti ibu & bapaj kandung sendiri...

Semoga Kisah Ini Bermanfaat. [ES/BuletinIslami]


Footnote:

1. Diriwayatkan oleh an-Nasa`i, jilid 2, hlm. 54, dan yang lainnya seperti ath-Thabrani jilid 1, hlm. 225, no. 2. Sanadnya Hasan insyaAllah. Dan telah dishahihkan oleh al-Hakim, jilid 4, hlm. 151, dan disetujui oleh adz-Dzahabi dan juga oleh al-Mundziri, jilid 3, hlm. 214. (as-Silsilah adh-Dha�ifah wa al-Maudhu�ah, pada penjelasan hadits no. 593)

Sumber PengusahaMuslim