Innalillahi, Kajian Salafiy Dilaporkan Polisi. Benarkah???

BuletinIslami.Com - Pada suatu ketika di sebuah kota di Indonesia tersiarlah kabar kejadian yang menggelikan. Dikisahkan, adalah seorang tokoh masyarakat adat yang mengajukan laporan gangguan kepada kepolisian. Laporan ini dilatarbelakangi keresahan dan kegundahannya atas semakin menyebar dan diterimanya dakwah Sunnah yang dibawa ikhwan-ikhwan Salafy di kalangan masyarakat.

Benarkah Kajian ikhwan Salafy dilaporkan ke Polisi? Inilah kami kutipkan cerita selengkapnya, semoga dapat menyegarkan kembali pikiran kita...

Kemesraan Wahabi Salafi dan POLRI
Keharmonisan Wahabi-Salafi dan POLRI
Pelapor : "Pak Polisi, di daerah kami ada pengajian Salafiy. Tolong dibubarkan karena meresahkan warga."

Polisi menjawab : "Meresahkan gimana ???? Memang mereka nyetel musik nyaring-nyaring ya, bikin gaduh ???"

Pelapor : "Nggak pak, bahkan kata mereka musik itu haram."

Polisi : "Terus ??? Oh, saya tahu. Pasti mereka ngajak demo ya ??"

Pelapor : "Nggak pak. Malah kata mereka demo itu gak boleh, katanya harus mendengar dan ta'at pada pemerintah muslim."

Polisi : "Lantas, bikin resahnya dimana ?? Apa mereka ngajak tawuran ??"

Pelapor : "Nggak Pak. Mereka bilang haram mengacungkan senjata ke orang Islam."

Polisi : "Ngajakin ngebom ya ??"

Pelapor : "Bukan juga, pak. Katanya membunuh kafir non harbi itu haram."

Polisi : "Oooh. . . Pasti mereka lagi pesta sex ??!"

Pelapor : "Bapak jangan ngawur, lha wong wanitanya aja ada ruangan sendiri terpisah dengan jama'ah laki-laki."

Polisi : "Biasanya pengajian meresahkan itu karena dzikir berjama'ahnya pake mikrofon, apa mereka begitu ??"

Pelapor : "Nggak pak. Salafiy gak pernah dzikir bareng2 kayak gitu, kata mereka itu bid'ah"

Polisi : "Apa suara kasidahan ibu-ibunya jelek ???"

Pelapor : " Bapak ini gimana sih, kan sudah saya bilang mereka nggak suka nyanyi2"
"Terus ???? Kenapa mesti saya bubarkan ????"

Tanya Pak Polisi.

Pelapor : "Karena begini, pak. Karena mereka itu. . . . Karena. . . . Begini lho. . . . Hmmm. . . Apa ya ???" (sambil garuk2 kepalanya yang tidak sedang gatal)

Polisi berkata : "Bapak silahkan buat laporan yang jelas dulu, jangan mudaj bertindak gegabah sebelum bapak sendiri jelas dan tahu. Allaah ? berfirman, "La taqfu ma laysa laka bihi 'ilm". Jangan mengikuti apa yang kamu tidak tahu ilmunya."

Pelapor : "Waaaaah, ternyata bapak pinter agama, hafal ayat juga. Ikut kajian dimana, pak ???"

Polisi : "Kajian Salafiy."

Pelapor : "@#?!!?#...." #kejangkejang
__________

Alhamdulillah, fakta di lapangan menjadi bukti nyata bahwa kajian Salafiy telah menyebar ke seluruh penjuru dunia tak terkecuali di bumi nusantara Indonesia. Mulai dari instansi pemerintah baik kepolisian, pns, negeri, swata, pengusaha, pedagang, artis hingga preman pasar telah banyak yang merasakan manisnya cahaya hidayah dan akhirnya mereka rela kembali ruju' kepada manhaj Salafush Sholeh, Ahlus Sunnah wal Jama'ah karena da'wahnya yang haq bersumber dari Kitabullaah dan Sunnah Nabi ? dengan pemahaman para Shahabat Nabi ? serta para 'ulaama yang mengikuti mereka dengan baik dari zaman ke zaman.

Ini patut kita syukuri, semoga Allah ? memberkahi da'wah yang mulia ini.

Sumber: Abdullah Khansa

[ES/BuletinIslami]

BACA JUGA!



banner
Previous Post
Next Post

0 komentar: